Ditulis oleh Alfiyan Muhiddin
|
22 Juli 2011
SEKILAS TENTANG HAKIKAT KONTES KECANTIKAN
Tidak hanya umat Islam yang memperjuangkan penerapan syariat, orang sekuler saja ada yang mengkritisi tajam tentang keikutsertaan perempuan di ajang kontes kecantikan. Tokoh yang pemikirannya terkenal sekuler itu adalah Dr. Daoed Joesoef. Beliau pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) selama satu periode (1977-1982). Walau terkenal sekuler, namun penggondol doktor di Sorbonne Perancis ini menganalisa kontes kecantikan secara jernih dan tajam, yang ia tuangkan dalam memoarnya berjudul, “Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran.”
Dr. Daoed menolak segala jenis pemilihan miss dan ratu kecantikan. Ketika itu memang sedang marak-maraknya promosi aneka ragam miss, ada Miss Kacamata Rayban, Miss Jengki, Miss Fiat, Miss Pantai, di samping pemilihan Ratu Ayu Daerah, Ratu Ayu Indonesia, yang langsung dikaitkan dengan berbagai jenis keratuan internasional. Dan semuanya, tulis Daoed Joesoef, ”menyatakan demi manfaat dan kegunaan (pariwisata) serta keharuman nama dan martabat Indonesia.”
Selengkapnya...